Selasa, 28 Februari 2012

ANALISIS PERILAKU BIAYA DAN ANGGGARAN FLEKSIBEL


ANALISIS PERILAKU BIAYA DAN ANGGGARAN FLEKSIBEL
A.    ANALISIS PERILAKU  BIAYA
Biaya adalah kas atau setara kas yang di korbankan untuk memproduksi atau memperoleh barang atau jasa yang di harapkan akan memperoleh manfaat atau keuntungan di masa mendatang. Berdasarkan perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat dibagi menjadi tiga golongan : biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel.
1.      Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu. Contohnya adalah  biaya overhead pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum tetap. Jadi, biaya tetap adalah biaya yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
·         Biaya tetap jumlah totalnya tetap konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas dengan tingkatan tertentu.
·         Biaya tetap per satuan (unit cost) berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volumen kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
Biaya tetap untuk kepentingan perencanaan dan pengambilan keputusan dibagi menjadi 3, yaitu:
1.      Discretionary fixed cost
Discretionary fixed cost adalah biaya tetap yang pengeluarannya bisa dipengaruhi oleh kebijakan manajemen, sehingga sering disebut biaya yang bisa dikelola. Biaya tetap discretionary akan dikeluarkan dalam jumlah yang secara total tidak berubah apabila manajemen mengambil keputusan untuk mengeluarkan keputusan itu. Contohnya adalah  penelitian dan biaya pengembangan, pendidikan dan latihan karyawan, serta promosi dan advertensi.
2.      Commited fixed cost
Commited fixed cost adalah biaya tetap yang dibebankan atau dikeluarkan karena keputusan yang lalu yang berhubungan dengan ramalan penjualan jangka panjang atau untuk menjaga kapasitas yang dibutuhkan jangka panjang. Biaya tetap ini adalah biaya penyusutan aktiva tetap, biaya pajak kekayaan, asuransi, gaji para direktur dan sebagainya.
3.      Biaya tetap bertingkat
Biaya tetap bertingkat adalah biaya tetap yang jumlahnya tetap pada kapasitas tertentu, tetapi akan berubah pada kapasitas yang lain. Contoh: Gaji pegawai pengawas produksi. Pada saat produksi sejumlah 10.000 unit, hanya diperlukan 1 orang pengawas dengan gaji Rp. 1.000.000,00/bulan. Tetapi apabila produksi bertambah menjadi 15.000 unit/bulan, akan diperlukan pembantu pengawas dengan gaji Rp. 600.000,00/bulan. Dan bila produksi melebihi 15.000 unit, diperlukan tambahan pembantu pengawas dengan gaji Rp. 400.000,00/bulan.

2.      Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh : biaya bahan baku , biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, biaya pemasaran variabel, dan biaya administrasi variabel.
Ada 3 jenis biaya variabel yaitu: biaya variabel murni, biaya variabel bertingkat, biaya variabel lengkung.
  1. Biaya variabel murni
Biaya variabel murni adalah biaya variabel yang jumlah totalnya akan berubah secara proporsional dengan perubahan volume kegiatan. Contoh: biaya bahan tanpa ada diskon, yaitu apabila perusahaan membeli bahan 1000 unit, maka perusahaan harus membayar Rp.1000.000.000,00; bila membeli 2000 unit akan membayar Rp. 2.000.000.000 dan seterusnya.

  1. Biaya variabel bertingkat
Biaya variabel bertingkat mempunyai sifat, secara total berubah setelah melampaui tahap tertentu pada perubahan kapasitas. Contoh: Biaya pemeliharaan mesin dibayarkan berdasarkan jam kerja, jumlah pegawai adalah 4 orang. Apabila mesin diperbaiki cukup dikerjakan 1 orang, terpaksa perusahaan akan membayar 4 jam 1 orang. Karena jumlah pegawai pemeliharaan adalah 4 orang, jadi biaya pemeliharaan 1 sampai 4 jam adalah sama. Jumlah biaya pemeliharaan antara 5 sampai 8 jam sama dan seterusnya meningkat dengan kelipatan empat.
  1. Biaya variabel lengkung
Biaya variabel lengkung adalah biaya yang secara total berubah tidak selalu proporsional (tetapi tidak mempunyai sifat seperti biaya semi variabel), pada tahap awal biaya total berubah proporsional, pada tahap menengah perubahan biaya akibat tambahan volume kegiatan akan menurun, dan pada tahap lanjutan perubahan biaya akan menajam melebihi tahap awal. Contoh: Biaya bahan tertentu yang pasarnya mempunyai tingkat penawaran yang pada tahap tertentu akan menjadi lagka. Pada saat perusahaan membutuhkan bahan tersebut sejumlah sampai dengan 1000 unit, maka harga per unit Rp.100.000,00 dan pembelian diatas 1000 unit memperoleh diskonto 10%, namun setelah bahan dibeli melebihi 5000 unit, pasar setempat tidak bias memenuhi dan perusahaan harus mencari pasar lain, mungkin diluar kota atau diluar negeri dengan tambahan biaya pengangkutan, biaya asuransi dan sebagainya, sehingga bahan sampai gudang akan menjadi Rp. 120.000,00 per unit.
Dihubungkan dengan karakteristik biaya terhadap keluarannya, biaya variabel dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1.      Biaya variabel engineered
Biaya variabel engineered adalah biaya variabel yang mempunyai hubungan phisik yang       eksplisit dengan keluarannya, misalnya : biaya bahan baku , biaya tenaga kerja langsung.
2.      Biaya variabel discretionary
Biaya variabel discretionary adalah biaya variabel yang tidak mempunyai hubungan akurat dengan keluarannya, misalnya biaya promosi dan advertensi yang ditentukan oleh manajemen berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan penjualan, biaya penelitian dan pengembangan yang ditentukan berdasar persentase tertentu dari laba yang dicapai.
3.      Biaya Semi Variabel
Biaya campuran atau biaya semi variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan berubah dengan adanya perubahan kapasitas kegiatan tetapi perubahan jumlah biaya tersebut tidak proporsional dengan perubahan kapasitas kegiatan. Contoh: biaya listrik, biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, biaya kendaraan, biaya telpon, dan sebagainya.
Jadi, biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut :
1) Biaya semi variabel jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat-sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar jumlah total biaya, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah total biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding (not proportional).
2) Biaya semi variabel per satuan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkat kegiatan tertentu, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.




4. Metode Pemisahan Biaya Campuran ( semi variabel )
Terdapat empat metode yang bisa digunakan untuk memisahkan biaya variabel dan biaya tetap, yaitu :

  1. Metode Engineer (engineering method)
Metode Engineer adalah suatu metode pemisahan biaya campuran, yang digunakan bila analisis biaya tidak mempunyai pengalaman di masa lalu. Metode ini diterapkan untuk pemisahan biaya pertama kali, misalnya untuk perusahaan baru atau untuk jenis biaya baru. Metode ini dikelompokkan menjadi dua yaitu :
  1. Metode Penghentian Kegiatan ( Stand by Method ), merupakan metode pemisahan biaya dengan menghentikan kegiatan operasi secara total dan penghentian ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Dengan metode penghentian kegiatan, maka seluruh kegiatan operasi pada departemen yang akan dinilai dihentikan selama jangka waktu tertentu, misalnya satu bulan, dan pada saat operasi dihentikan akan bias diketahui berapa biaya masih harus dikeluarkn walaupun kegiatan tidak ada. Secara umum, metode ini bisa dipisahkan dengan prosedur sebagai berikut:
a)    Perusahaan menghentikan kegiatannya dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu bulan.
b)   Pada waktu tidak ada kegiatan dihitung biaya-biaya yang masih tetap dibayar dan jumlah ini diketahui sebagai biaya tetap.
c)    Saat berjalan kembali kegiatan perusahaan akan dihitung jumlah totalnya.
d)   Biaya total dalam butir 3 dikurangi biaya tetap merupakan biaya variabel.
Contoh : Perusahaan menghentikan kegiatannya selama satu bulan dan biaya tetap dibayar adalah Rp.8.000.000,00 setelah perusahaan berjalan kembali selama satu bulan dikeluarkan biaya Rp.20.000.000,00 dan produksi/kapasitas adalah 15.000 maka biaya Rp.20.000.000,00 disebut biaya semi variabel yang terdiri dari:
1)      Biaya tetap                                                             Rp. 8.000.000,00
2)      Biaya variabel = Rp.20.000.000,00 - Rp.8.000.000,00      Rp.12.000.000,00
Atau Rp.800,00 per unit (=Rp.12.000.000,00/15.000 unit)
  1. Metode Gerak dan Waktu (time and motion study method)
Metode ini merupakan metode yang bisa digunakan ahli teknik, analis biaya akan mengadakan beberapa percobaan setiap unsur kegiatan dan dilakukan dalam beberapa waktu tertentu.
  1. Metode Titik Tertinggi dan Terendah (High and Low Point Method)
Metode ini mempunyai cara dalam pemisahan biaya variabel dan biaya tetap sebagai berikut:
a)      Perusahaan memilih kapasitas tertinggi dan kapasitas terendah dari kegiatan operasinya.
b)      Menghubungkan biaya pada saat kapasitas tertinggi dengan biaya kapasitas terendah.
c)      Menghitung biaya variabel perunit kapasitas dengan rumus:
      BT – BR
                             ═ BVU
      KT - KR
Notasi:
BT = Biaya pada kapasitas tertinggi
BR = Biaya pada kapasitas terendah
KT = Kapasitas tertinggi
KR = Kapasitas terendah
BVU = Biaya Variabel per unit
Menghitung biaya tetap total dengan rumus :
BTT    BT ─  (KT × BVU)
Notasi:
BTT  = Biaya tetap total
BT    =Biaya pada kapasitas tertinggi
KT   = Kapasitas tertinggi
BVU = Biaya Variabel per unit
Contoh: Sebuah perusahaaan mempunyai data pemeliharaan sebagai berikut :
            Kapasitas                                             Biaya pemeliharaan total
            5.000 jam                                                        8.000.000,00
7.000 jam                                                        8.800.000,00
8.000 jam                                                        9.200.000,00
10.000 jam                                                      10.000.000,00
1)      Kapasitas tertinggi 10.000 jam
Kapasitas terendah 5.000 jam
2)      Biaya semi variabel tertinggi Rp.10.000.000,00
Biaya semi variabel terendah Rp.8.000.000,00
Rp.10.000.000,00 - Rp.8.000.000,00
                                             Rp.10.000.000,00 - Rp.8.000.000,00
3)      Biaya variabel per unit ═
10.000 – 5.000
                                     = Rp 400,00/jam
4)      Biaya tetap total = Rp.10.000.000,00 – ( 10.000 × Rp 400,00 ) = Rp 6.000.000,00
Pada kasus ini biaya tetap total adalah Rp 6.000.000,00 dan biaya variabel per jam Rp 400,00.





B.     Anggaran Fleksibel
Anggaran fleksibel merupakan anggaran yang bersifat dinamis, dimana didalamnya memuat anggaran dari beberapa aktivitas. Lazimnya, penyusunan anggaran fleksibel selalu dikaitkan dengan overhead pabrik, dan biaya overhead pabrik itu sendiri meliputi overhead pabrik variabel dan overhead pabrik tetap. Mengapa anggaran fleksibel tidak banyak dikaitkan dengan biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung, jawabannya karena biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung adalah jenis biaya variabel dan tidak ada unsur biaya tetap apalagi semi variabel, jadi dalam perhitungannya sangat sederhana.
Anggaran fleksibel memiliki karakteristik yang jelas sebagai berikut:
a)      Disusun untuk suatu rentangan aktivitas dan bukan untuk satu tingkat aktivitas saja;
b)      Memberikan dasar yang dinamis untuk membuat perbandingan-perbandingan, karena mereka akan secara otomatis akan memberikan informasi yang menyangkut tingkatan volume yang berbeda-beda.











DAFTAR PUSTAKA
Dr. Machfoedz, Mas’ud, M.B.A.Akt,. 1996. Akuntansi Manajemen. STIE WIDYA WIWAHA: Yogyakarta.
Garrison dan Noreen. 2000. Akuntansi Manajemen. Salemba empat: Jakarta.
Prawironegoro, Darsono dan Ari Purwanti. 2008. Akuntansi Manajemen Edisi 2. Mitra Wacana Media: Jakarta.
Hansen dan Mowen. 2009. Akuntansi Managerial. Salemba empat: Jakarta
daryono.staff.gunadarma.ac.id
widada.staff.gunadarma.ac.id
file.upi.edu/ai.php?dir=Direktori/L%20-%20FPEB/PRODI.../&file...
daryono.staff.gunadarma.ac.id/.../BAB+7+-+PENGANGGARAN.doc
solusiakun.blogspot.com/.../anggaran-fleksibel-anggaran-fleksibel.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar